Bem Filkom

Logical Fallacy

23-Jul-2017 Kastrat Berita, Sospolpedia

Berdasarkan kata logical yang bisa diartikan logika dan fallacy yang bisa diartikan kesalahan, Logical Fallacy secara istilah bisa diartikan sebagai kesalahan dalam bernalar (Penalaran yang salah). Sebenarnya hal ini sering kita jumpai dari tokoh-tokoh yang ingin mempengaruhi orang lain melalui statementnya. Sering juga kita jumpai di media-media yang ingin mempengaruhi kita. Tak jarang juga kita menemuinya di tempat tempat diskusi. Ada beberapa penyebab kemunculan Logical Fallacy

1. Untuk mematahkan argumen lawan diskusi. Hal ini biasa terjadi saat asyik berdebat, bisa jadi kita telah menyampaikan logical fallacy untuk membungkam lawan diskusi kita.

2. Karena kurangnya pengetahuan. Hal ini biasa terjadi apabila terdapat seseorang yang tidak mau menerima kebenaran dan tetap ngotot ingin memenangkan argumennya sehingga dia melakukan segala cara salah satunya dengan menyampaikan logical fallacy.

3. Karena kehabisan kata kata. Hal ini mungkin saja terjadi apabila suatu diskusi mengalami kebdiskus atau krik-krik ditengah jalan, sehingga ada salah satu peserta diskusi yang menyampaikan logical fallacy untuk menghangatkan suasana diskusi kembali.

Ada sekitar 35 jenis logical fallacy yang selama ini sudah saya temui, tapi disini saya akan membahas 7 jenis saja yang mungkin sering kita temui

1. Strawman
Salah satu jenis yang digunakan untuk membungkam lawan diskusi.
Contoh
A: Seorang muslim harus penuh kasih sayang, meniru sifat Allah yakni Ar Rahman dan Ar Rahim.
B: Sesungguhnya tidak ada yang bisa menyamai Allah, Laitsa Kamitslihi Syaiun.
Maka si B telah melakukan Logical fallacy

2. False Cause
Salah satu jenis yang menghubungkan sebab akibat dari dua peristiwa padhaal tidak berkaitan.
Contoh
Peristiwa 1: Setiap hari banyak sandal yang hilang di masjid semakin meningkat
Peristiwa 2: Belanjaan farhan dipasar semakin menurun dari hari ke hari.
Kesimpulan: Menurunnya belanjaan farhan menyebabkan hilangnya sandal di masjid.
Nah begitulah kiranya jika kita memaksakan 2 peristiwa dijadikan satu, agak terlihat konyol memang.

3. Fallacy of Fallacy
Adalah kesimpulan yang mengambil kesimpulan yang salah dari penalaran yang salah pula.
Contoh
Mayoritas teroris yang ditangkap bergama islam, berarti islam agama teroris(fallacy pertama). Berarti agama selain islam bukanlah teroris (fallacy kedua).

4. Slippery slope
Salah satu jenis yang mengasumsikan jika situasi P terjadi, maka Q akan juga terjadi, tanpa didukung dengan bukti atau penalaran yang masuk akal. Karena itu, P tidak boleh terjadi.
Contoh
Seorang presiden republik cheko bernama Prof.Dr. Indri el rahmay menolak melegalkan pernikahan beda keyakinan, sebab kalau dibolehkan maka lambat laun akan melegalkan pernikahan sesama jenis.

5. Ad hominem
Suatu jenis yang mendiskreditkan karakter atau kepribadian lawan untuk melemahkan argumen mereka.
Contoh
Prof. Azhar dika melakukan sebuah presentasi tentang karya inovasi terbarunya kepada pemerintah. Lalu lawan politoknya menanyakan bahwa apakah kita perlu mempercayai seorang yang pernah terlibat kasus Penjahat Kelamin di masa lalunya.

6. Tu quoque
Suatu jenis fallacy dengan cara menghindar dari kritik sekaligus mendiskreditkan lawan dengan menggunakan kritik yang sama yang disampaikan pada dirinya.
Contoh
A: Sebagai seorang muslim kita harus berbuat ihsan, amar ma’ruf nahi munkar,bla bla bla..
B: Halah situ saja subuh sering kelewatan, gitu sok nasihatin orang.

7. Appeal to Emotion,
Salah satu jenis fallacy yang mengedepankan sisi emosi.
Contoh
Ady: Kamu mengaji sana biar hidupmu tenang
Adit: Emang hidupku selama ini gak tenang?

Nah itu adalah ulasan beberapa dari logical fallacy. Masih banyak lagi yang belum dibahas, mungkin bisa ditanyakan kepada yang lebih mahir.

Oleh
Cheka Cakrecjwara Al Kindi